Selasa, 30 April 2019

Sikap


Berjuang 

 


Ketika waktu yang terus berjalan dan terus berputar, kita hanya bisa menyaksikan kehidupan kita berlalu. Yahh sekarang aku sedang berjuang keluar dari sikapku yang diam, menyendiri, dan lain-lain. Bukan tidak nyaman namun ingin seperti orang lain yang dapat bergaul dengan orang lain dengan mudah. Sedang kan aku begitu sulit untuk bergaul. Jika berada di keramaian aku lebih senang sendiri.

Sikap ini bukan di buat namun ini sudah ada dari dulu hingga sekarang. Ini realita yang nyata membuat ku tersiksa secara batin, orang lain menganggap itu bentuk kesombongan bentuk mengabaikan, ini salah satu contoh siksaan batin bagi kami. Bagi kalian mengucapkan kata seperti itu mudah tapi bagi kami itu tekanan batin, kami tau kata-kata itu akan terucap. Bagi kami yang mempunyai sifat seperti itu kata-kata seperti itu adalah hal yang biasa karna kami paham kalian tidak pernah berada di posis kami. Namun tetap saja seperti siksaan bagi kami. 

Terkadang mulut mudah mengatakan kamu bisa seperti kami. Namun kalian tidak tau betapa sulitnya kami keluar dari sikap seperti itu, perjuangan kami tak semudah perkataan kalian, perjuangan kami tak semudah yang kalia lihat. Aku adalah salah satu contoh dari sekian banyak orang yang hampir sama dengan ku, aku berjuang keluar namun sulitnya mengubah paradikma kehidupan yang sudah tertanam sejak kecil dalam kehidupan ini. 

Namun aku tidak pernah Membenci kekurangan Ku ini, namun aku bersyukur Tuhan kasih aku hal itu, hal itu lah yang membuat ku bisa sabar, dan dengan sikap ku itu aku dapat menyenagkan hati Tuhan dengan tidak membenci dan membalas itu semua. Walau pun aku tersiksa dengan itu semua ada satu hal yang aku ingat hingga saat ini, yaitu” jangan pernah takut di benci oleh orang lain, sebab Tuhan tidak pernah memanggil kita untuk di sukai oleh semua orang. Tapi Tuhan memanggil kita untuk mencintai dan mengasihi orang lain”.

Sekarang aku tidak memikirkan untuk menyenagkan hati manusia tapi aku ingin menyenagkan Hati Tuhan ku melalui kelemahan ku ini. Bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin, karna Mimpiku ada di tanggan Tuhan bukan di tanggan manusia.

@an.
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~``
 jangan lupa follow Ig.
@Pakiding
#Menulis_Tanpa_Batas

Sabtu, 06 April 2019


Penulis :Mas (Samaran)
5 April 2019




Kamu

Hai kamu selamat pagi perkenalkan namaku Mas-Mas (Samaran) maafkan diriku yah aku tidak bisa menyebutkan namaku dulu karna aku malu hehehe, ohh iya bagaimana kabarmu sekarang aku harap kabarmu baik-baik saja. Aku malu jika ingin menayakan langsung padamu jadi aku bertanya pada Tuhan tentang dirimu hehe, dan Tuhan selalu memberikan jawaban “Jagan Khawatir” itu membuat ku selalu bersyukur akan tiap hari yang di lewati. Jujur aku pengemar yang tersembunyi dari mu, rasa malu ini tidak bisa di kalahkan tapi aku enda pernah malu ketika aku menyebut mu dalam setiap doaku, heheh aku juga sering mendoakan mu loh. sudah 5 bulan sih aku mendoakan mu hehe .
Maaf kan aku yah sudah menjadi pengemar dan pendoa yang tersembunyi untukmu hehe, aku juga terkadang takut sih nanti kalo kamu tau tentang ini, kamu malah menjauh tapi tenang aja aku berusaha menghilangkan itu semua ko hehehe karna aku sadar tentang kapasitas diriku dan mungkin bisa di bilang enda cocok aj dengan mu, walau pun Doaku belum terjawab utuh namun Tuhan hanya memberi kan jawaban sederhana selama ini “Sabar” yah walau pun harus bersabar tapi kan mataku beranggapan lain. Karna dari mataku kamu lebih tertarik dengan orang lain sih seperti mas-mas (tampan) itu sih kalo dari mataku hehehe.
Sejauh ini aku sudah menyerahkan kepada Tuhan biar Tuhan yang berbicara. Tapi memang bukan dia sih karna dia sepertinya menyukai orang lain heheheh aku ini binggung apakah aku yang terlambat atau memang kehendak Tuhan dia bukan yang di persiapkan buatku dan sekarang aku juga mulai melupakan semua itu dan sekarang juga mulai menjauh perlahan saja.sekian dan Terimakasih :)

Aku juga mau menanggapi cerita E. I karna kata Admin Blogernya wajib di tanggapi dulu baru di Share ceritanya kata Adminnya hehe. Haii E.I salam kenal aku mas-mas(samaran) aku dari luar kalimantan dan aku mau menaggapi ceritanya, Kalo dari aku sih enda semua harus dari laki-laki yang memulai hehehe dari wanitanya juga boleh jagan pernah malu mengatakannya. Semua gender berhak tidak ada yang lebih dominan.sekian dan terimakasih


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

wah mimin sih masih mendoakan embanya tapi belum tau embanya itu siapa yang di Doakan heheh.

jika kalian mau membagikan cerita kalian atau renungan silahkan hub lewat akun Instagram.
dan jagan lupa follow ig mimin:

@pakiding

#Menulis_tanpa_batas
#GG




Cemas

  Haiii bagaimana kabar kalian .... huaa pasti baik-baik saja yah. Gimana hari mu yang sudah berlalu, apakah menyenagkan ? pasti ada yang me...