Senin, 23 November 2020

AKU DAN DOSA

 

    AKU DAN DOSA



    Cerita ini ku bagikan untuk menolong orang-orang yang sedang berjuang melepaskan ini. semoga ini menolong. bahwa kamu tidak sendiri yang pernah mengalami, bahwa aku pernah mengalami

    Hello,, enda usah perkenalan yah heheh pasti sdah tau namaku. Sebelum aku bercerita aku akan memulai kisah ini dari awal secara singkat saja. Untuk kisah yang lengkap kapan-kapan aku akan bagikan heheh.

    Dulu aku SMP, aku juga pernah SMP yah bang wkwk, SMP kelas 1 adalah awal ku mengenal dosa itu. Yah sampah busuk yang ku simpan sekian lama dan aku terus berputar di dalamnya. Aku sadar menceritakan ini butuh kemauan yang kuat tapi harus berjuang. Berat tapi sekali lagi disini aku mau tegas sama diriku “AKU MAU TAAT”. awal kisah di kelas 1 aku bergaul dengan banyak sekali orang-orang yang berbeda watak dan karakter, lingkungan baru, bahkan suasana hidup yang baru. Disitulah aku mulai terjerumus dalam dunia Pornografi, awalnya aku tidak tau menaung tentang itu. Aku di tawari oleh temanku yang waktu itu adalah kakak tingkatku dia memperlihatkan ku filem yang sepatutnya aku lihat pada saat itu. Sampai dia mengirimkan kepada ku file itu, aku jatuh dalam dosa itu sampai pada SMA kelas 2 disitu. Di sama itu aku sangat menikmati dunia itu namun aku hanya sebatas menoton tidak melakukan menstrubasi bahkan melakukan itu kepda orang lain. Di ruang sendiri ku mataku menikmati itu, tidak ada yang tau seorang aku menikmati itu bahkan teman-temanku tidak ada yang tau. Aku meyimpan itu rapat-rapat hingga teman-temanku memikirkan bahwa aku orang yang tidak pernah melihat hal-hal itu dalam hatiku berbisik aku pernah menikmati itu. Di masa smp kehidupan ku sangat suram bagiku di situ mataku paling banyak melihat file itu. Masuk SMA porsi melihat berkurang karna lingkungan ku berbeda dan pola pikirku mulai berubah. Namun dalam ruang sendiriku aku terkadang menikmati itu, selama SMA perilaku di smp ku banyak yang berubah hampir berubah total ketika masuk SMA. Puncak aku mulai harus meningalkan itu ketika kelas 2 SMA di situ aku di doakan oleh hamba Tuhan yg datang mengisi ibadah di sekolah karna pada saat itu teman-teman muslim ibadah dan kami pun di minta ibadah. Dari situ aku mulai meningalkan itu tapi sekali lagi itu tidak mudah. Aku jatuh bangun menghadapi itu karna aku dengan Tuhan yang tau kami sedang berjuang melawan Pornografi, singkat cerita. Aku masuk dunia kampus, aku di terima di unmul aku sangat senang tapi hati tidak tenang. Karna hati ku kawatir ini dunia luas yang akan ku datangi, aku takut diriku hancur dengan dosa yang sedang kulawan? Aku di tangkap oleh bang Tian pada saat itu melalui mentoring, di situ aku belum mengerti tujuan mentoring itu apa. Aku menikmati alur mentoring lalu masuk di KTB, selama masuk KTB aku mulai paham siapa yang bisa menolongku untuk melawan itu. Tapi sekali lagi kukatankan “Tapi” aku belum bisa terbuka dengan dosa yang ke lawan menderita itu jelas sangat-sangat jelas aku menderita, aku tertekan, aku sulit menikmati watu-waktuku dengan Tuhan tapi hati masih keras. Sangat-sangat keras, tiap hari tiap waktu aku minta tolong dengan Tuhan. Aku selalu bilang sama Tuhan.” Tuhan aku lelah dengan semua ini” hati ku sangat keras, sangat-sangat keras untuk itu menyimpan sampai itu membuatku tersiksa. Padahal aku sangat dekat dengan bang Tian tapi aku menutup sampah itu. Satu-satunya sampah yng belum berani ku buka adalah “pornografi” selain itu aku berani membukanya. Tapi sampah ini aku belum berani, walau pun KTB lama terus terbuka pada saat itu berani untuk terbuka dengan kehidupan-kehidupan secara mendalam tapi aku belum berani membukakan sampah itu. Penyesalan itu datang ketika bang tian harus pulang ke Balikpapan, aku berfikir aku sudah terlambat untuk bercerita. Akhirnya aku hanya mengharapkan Tuhan saja. Kelompok kami pindah KTB, aku masih berjuang melawan dosa itu. Namun Tuhan terus bicara ceritakan itu tapi aku malu berbicara itu aku pikir aku yang masih berjunag dengan dosa bodoh itu, tapi ada satu ketika dalam KTB bang Yoyo (Nama Samaran) ceritakan pergumulan yang sama dalam KTB kami disuitu Tuhan bicara keras denganku tapi hati ku ragu-ragu, mulai dari kejadian itu aku mulai gelisah untuk memulai bercerita bab yang kami lewati terus meyakinkan ku bahwa aku harus berbicara. Yang paling keras bicara melalu kotbah di ibadah PMK FKIP pada saat itu di perkantas dan PKTB ku yang menjadi pemateri, dan aku menagkap kesimpulan ini “ KAU HARUS MENANG, KARNA KETIKA KAU TERUS JATUH BANGUN KAU MENGHABISKAN WAKTUMU DAN WAKTUMU TERUS BERKURANG”. mulai lah hatiku gelisa dan terus mau berbicara tentang yang sedang kulawan. Akhirnya aku kami pertemuan pada 11 oktober 2019 membahas KK bab 5, pada pertanyaan ke 7 poin c. di situ aku kesempatan ku bercerita dalam KTB kami bahwa aku sedang berjuang melawan Pornografi itu. Setah aku menceritakan aku merasa legah tidak seperti biasanya, sebelum aku bercerita aku merasakan tekanan dan hidup sangat-sangat gelisa namun ketika aku telah menceritakan itu aku merasakan legah ringan tidak tertekan. Namu yang anehnya aku lebih banyak menjadi pendiam bukan karna malu dan aku masih mencari akar itu sampai saat ini. Perjuangan ku belum selesai masa-masa berat ku baru di mulai. Ternyata iblis tidak mau kalah dia mengintimidasiku lagi. Ada satu hari, aku di intimidasi oleh iblis seharian untuk meligat tapi aku bilang sama Tuhan, “ TUHAN AKU MAU TAAT SAMA KAU” kau tolong aku untuk melawan intimidasi itu sampai aku tidak bisa tidur hanya untuk melawan intimidasi itu. Sakit, yah sakit sangat-sangat sakit tapi aku mau TAAT itu saja. Sampai aku harus mematahkan kartu paket ku hanya untu mau TAAT sama Tuhan. Aku tidak pernah berpikir aku beli pake uang, isisny masih 15 GB tapi di hati ku aku mau taat sama Tuhan yang berkumndang cuma itu. Melewati hari itu aku bersukur sama Tuhan, Kau nyatakan lagi keAgungan Mu kepada ku manusia yang terus meminta tolong sama kau Tuhan. Selepas hari itu aku mulai dapat mengontrol pola pikiranku lagi-lagi tidak mudah, setalh kami KTB kemarin hari jumat aku ceritakan semua yang ku alami selama 2 minggu, malamnya aku di intimidasi lagi untuk membuka. Lagi-lagi aku berjuang di ruang sendiri ku hanya dengan Tuhan sampai jam 2 malam aku harus berjaung mengendalikan pikiran ku hanya aku mau TAAT hanya mau TAAT sama Tuhan. Aku tidak mau menyerah karna aku tau siapa pemberi hidup ini hanya kepada dia aku mau taat bahkan aku bilang “walaupun kau buat aku terus di intimidasi samapi pagi hari pun aku tidak akan berikan ruang buat kalian (iblis) sedikit pun”. hari ini Tuhan bicara keras lagi sama diriku, aku harus mencari Natan-natan yang lain selain PKTB, di pembinaan tadi Tuhan keras bicara aku harus buka kan lagi kasus ini untuk orang lain. Aku tau PKTB ku punya keterbatasan dalam membantuku.

    Tiap hari tiap waktu tiap dektik aku selalu waspada dengan iblis yang mengintimidasiku. Karna aku tidak mau lagi dan tidak akan pernah lagi di gauli dosa,

    buat kalian yang sedang berjuang jangan putus asa untuk lepas. ketika kamu tidak lagi menghidupi itu lagi kamu merasakan kenikmatan yang sebenarnya kesejukan yang sebenarnya. jangan pernah berhenti menjadi taat karna itu tidak sia-sia. Tuhan tidak pernah menolakmu Dia terus mengulurkan tanggan-Nya tapi kita yang tidak mau menyambutnya karna rasa bersalah kita. Sekotor apapun diri Allah tetap menyambutmu dan Tuhan tidak menginginkan kita menderita karna DOSA


-----------------------------------------------------------------------------------------------------

jangan lupa Follow akun ig :

@Syalom_Podcast

@pakiding_

Rabu, 11 Maret 2020

Dia ingat, bahwa kita ini debu




Dia ingat, bahwa kita ini debu.
Mazmur 103:14






           Seorang ayah muda terlihat mulai kehilangan kesabarannya. “Es krim! Es krim!” jerit anak balitanya. Kegaduhan di tengah mal yang ramai itu mulai menarik perhatian pengunjung lain di sekitarnya. “Ya nanti, kita cari keperluan Mama dulu ya, oke?” bujuk sang ayah. “Tidaaaak! Es krim!” Kemudian seseorang menghampiri mereka: wanita bertubuh mungil, berpakaian bagus dengan sepatu yang serasi dengan tas tangannya. “Ia sedang meluapkan emosi,” si ayah menjelaskan. Wanita itu tersenyum dan menjawab, “Sebenarnya, emosilah yang menguasai anakmu. Jangan lupa, ia masih kecil. Yang ia butuhkan adalah kamu tetap sabar dan berada di dekatnya.” Situasi tersebut tidak serta-merta berhasil diatasi, tetapi kehadiran wanita itu menjadi semacam jeda yang dibutuhkan oleh si ayah dan anaknya saat itu.


       Perkataan bijak wanita itu menggemakan kata-kata yang tertulis dalam Mazmur 103. Daud menulis tentang Allah kita yang “penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (ay.8). Ia kemudian melanjutkan dengan memberi gambaran tentang ayah duniawi yang “sayang kepada anak-anaknya,” dan bahkan terlebih lagi “Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia” (ay.13). Allah Bapa kita “tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu” (ay.14). Dia tahu kita lemah dan rapuh.


        Kita sering gagal dan merasa kewalahan menghadapi segala sesuatu yang dilontarkan dunia ini ke arah kita. Namun, alangkah luar biasanya kepastian yang kita pegang, yakni mengenal kasih Bapa kita yang sabar dan selalu hadir dengan berlimpah ruah.

~~~~~~~~~~~~~~~
ig : @Pakiding_
#renungan_

Tunggu seoanjutnya.








Kamu semua adalah tubuh Kristus dan
 kamu masing-masing adalah anggotanya.
1 Korintus 12:27





        Jika kamu menyaksikan kompetisi rodeo—atraksi ketangkasan menjerat hewan dengan tali dan menaikinya, kamu akan melihat banyak peserta yang memiliki empat jari dan satu jari buntung yang seharusnya jempol pada salah satu tangan mereka. Cedera tersebut umum terjadi dalam olahraga ini, yaitu ketika ibu jari terbelit tali yang ujungnya tersambung dengan seekor lembu jantan berbadan besar. Dalam keadaan itu, ibu jari biasanya putus. Meskipun bukan cedera yang mengakhiri karir si atlet, tetap saja ketiadaan ibu jari itu berpengaruh besar. Cobalah menyikat gigi, mengancingkan kemeja, menyisir rambut, mengikat tali sepatu, atau makan tanpa menggunakan ibu jari. Ternyata, anggota tubuh yang kecil dan sering terabaikan itu memainkan peran yang sangat penting.
   

       Rasul Paulus menunjukkan skenario yang sama dalam gereja. Anggota-anggota gereja yang acap kali kurang terlihat dan kurang menonjol terkadang menerima sikap “aku tidak membutuhkan engkau” dari anggota lain (1Kor. 12:21). Biasanya hal itu tidak terucapkan, tetapi adakalanya dikatakan dengan terus terang.


     Allah memanggil kita untuk memperhatikan dan menghormati satu sama lain (ay.25). Setiap dari kita, tak terkecuali, adalah bagian tubuh Kristus (ay.27). Terlepas apa pun karunia yang kita miliki, kita semua saling membutuhkan. Sebagian dari kita adalah mata dan telinga, sementara sebagian yang lain adalah ibu jari. Namun, dalam tubuh Kristus setiap dari kita memainkan peran penting, terkadang lebih dari yang terlihat oleh orang.—John Blase


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tunggu Blogger selanjutnya, yang selanjutnya akan lebih Menarik lohhh.
ig : @pakiding_

Jika kalian ingin berbagi cerita. Silahkan komen di bawah nantinakan di hubungi.
#ayeeayeee

Cemas

  Haiii bagaimana kabar kalian .... huaa pasti baik-baik saja yah. Gimana hari mu yang sudah berlalu, apakah menyenagkan ? pasti ada yang me...