SIKAP HATI
kel. 35 : 4 - 29
Bagaimana perasaan saudara jika menerima sesuatu dari orang lain tetapi itu diberikan secara terpaksa? Saya yakin bahwa hal itu akan membawa perasaan tidak nyaman dalam hati saudara bahkan sesuatu yang diberikan itu pasti tidak menjadi berarti lagi bagi saudara.
Dalam pembacaan firman Tuhan saat ini tertulis perintah Tuhan yang di sampaikan oleh musa kepada orang israel yang mengatakan "ambillah bagi Tuhan persembahan khusus dari barang kepunyaanmu; setiap orang yang terdorong hatinya harus membawanya sebagai persembahan khusus kepada Tuhan" (ayat 5). Kalimat pertama mengatakan "ambillah persembahan khusus" artinya sesuatu yang harus di persiapkan atau diniatkan untuk di berikan kepada Tuhan. Tentunya sesuatu yang dikhususkan itu yang terbaik. Kalimat kedua "setiap orang yang terdorong hatinya " mau menunjukkan bahwa Tuhan mau agar umatnya memiliki kesadaran dalam hal memberi: bukan karena terpaksa tapI keikhlasan, baik beruapa barang ataupun tenaga. Jadi sangatlah jelas bahwa di mata Tuhan sikap hati itu membawa pengaruh baik bagi diri, orang lain bahkan kepada Tuhan.
Ketulusan memberikan yang terbaik sungguh menjadi sebuah hal yang penting dan amat penting. Sebaliknya, keterpaksaan dan berpura-pura dalam memberi, merupakan hal yang tidak berkenan bagi Tuhan. Itulah sebabnya tidaklah salah jika kita terus mau diingatkan oleh salah satu pujian rohani yang mengatakan "bawa persembahanmu dalam rumah Tuhan dengan relah hatimu jaganlah jemu, bawa persembahanmu tanda sukacitamu, bawa persembahanmu ucaplah syukur.
Quotes :
" hiduplah dari ketulusan memberi, jagan melihat dan mengharapkan imbalan apapun dari apa yang telah kita beri, tapi lihat lah sukacita yang menunggu mu dan diriku"
.an_
@pakiding_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar